>

MUI, NU, dan Muhammadiyah Desak Pemerintah Tetapkan Sumatera Sebagai Daerah Bencana Nasional

Jakarta,KINCIRnews.com – Sejumlah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah, mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status bencana nasional di wilayah Sumatera, menyusul meningkatnya dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa provinsi di Pulau Andalas.

Desakan tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi yang digelar di Kantor MUI Pusat, Jakarta, yang dihadiri oleh Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, perwakilan PBNU, dan pimpinan PP Muhammadiyah. Dalam pertemuan itu, para tokoh agama sepakat bahwa situasi bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang serius serta membutuhkan penanganan lintas kementerian.

“Kami menilai kondisi di lapangan sudah sangat memprihatinkan. Banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal, akses jalan terputus, dan fasilitas umum lumpuh. Oleh karena itu, perlu ada langkah cepat dari pemerintah pusat untuk menetapkan status bencana nasional,” ujar KH. Anwar Iskandar dalam keterangan persnya.

Sementara itu, perwakilan Nahdlatul Ulama menekankan pentingnya koordinasi antara BNPB, TNI-Polri, dan pemerintah daerah, agar proses evakuasi, logistik, serta penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. NU juga mendorong masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan akibat curah hujan tinggi yang masih terjadi di beberapa wilayah Sumatera.

Dari pihak Muhammadiyah, melalui lembaga kemanusiaannya, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), telah lebih dulu mengirimkan tim relawan dan bantuan logistik ke sejumlah daerah terdampak banjir. Muhammadiyah juga meminta agar pemerintah mempercepat penyaluran bantuan tanggap darurat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.

“Penetapan status bencana nasional bukan hanya soal administratif, tetapi juga untuk memastikan koordinasi dan sumber daya negara dapat dikerahkan secara maksimal demi keselamatan rakyat,” tegas perwakilan Muhammadiyah dalam forum tersebut.

Hingga saat ini, data sementara menunjukkan ribuan rumah terendam, ratusan warga mengungsi, dan beberapa infrastruktur publik rusak berat akibat banjir bandang dan longsor di berbagai daerah di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Ketiga organisasi tersebut berharap pemerintah segera merespons dengan langkah cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan warga, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu membantu korban bencana di Pulau Sumatera.


Apakah Anda ingin saya bantu ubah berita ini menjadi versi singkat (caption Instagram) juga — agar bisa diposting bersama foto seperti pada unggahan di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page