>
Berita  

KISS Tegaskan Kepedulian Harus Dibuktikan: Bersama Bankom Karimata, Yayasan HATI, dan TKN Kompas Nusantara, Beras Disalurkan kepada Lansia

MEDAN — Kepedulian kepada masyarakat kecil tidak boleh berhenti menjadi slogan, apalagi sekadar ucapan seremonial. Kepedulian harus hadir dalam tindakan nyata, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan memberi manfaat yang benar-benar dirasakan.

Pesan itulah yang ditegaskan Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS) bersama Bankom Karimata, Yayasan Harmoni Citta Indonesia (HATI), dan DPP TKN Kompas Nusantara melalui aksi sosial penyaluran bantuan beras kepada para lanjut usia (lansia).

Kegiatan berlangsung di Sekretariat KISS, Jalan Suasa, dahulu Jalan Gandhi, No. 184, Medan, Minggu (4/9/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh pengurus dan relawan kepada para lansia yang telah terdata. Tidak sekadar membagikan beras, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata penghormatan dan kepedulian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian serta dukungan.

Mengusung semangat “Berbagi Beras, Berbagi Kebahagiaan”, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Namun, di balik kesederhanaan bantuan yang diberikan, terselip pesan yang jauh lebih besar: kepedulian sosial tidak cukup dibicarakan, tetapi harus dikerjakan.

Akiong: Jangan Berhenti di Slogan

Ketua Umum KISS, Akiong, menegaskan bahwa organisasi yang tumbuh dan hadir di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat secara nyata.

“KISS lahir dari semangat persaudaraan dan kebersamaan. Karena itu, keberadaan organisasi ini harus membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin terus hadir, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan. Kepedulian tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujar Akiong.

Menurutnya, perhatian terhadap lansia merupakan bagian dari penghormatan kepada orang-orang yang telah memberikan kontribusi bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk menghormati dan memperhatikan mereka. Jangan pernah menunggu kaya untuk berbagi. Nilai sebuah kebaikan tidak diukur dari besar kecilnya bantuan, melainkan dari ketulusan hati,” tegasnya.

Akiong menambahkan, kepedulian sosial tidak seharusnya hanya muncul ketika ada momentum tertentu. Kepedulian harus menjadi kebiasaan, gerakan bersama, dan komitmen yang terus hidup di tengah masyarakat.

Bobby Lim: Kepedulian Harus Turun ke Lapangan

Penasehat KISS, Bobby Lim, menegaskan bahwa kepedulian sosial harus dibuktikan dengan kehadiran langsung di tengah masyarakat.

Menurutnya, kehidupan yang semakin individualistis tidak boleh membuat rasa empati ikut terkikis. Para lansia, kata dia, membutuhkan perhatian bukan hanya dari keluarga, tetapi juga dari lingkungan sosial di sekitarnya.

“Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, kita jangan sampai kehilangan rasa empati. Para lansia membutuhkan perhatian, bukan hanya dari keluarga, tetapi juga dari lingkungan sekitarnya,” kata Bobby.

Ia menegaskan, kolaborasi KISS, Bankom Karimata, Yayasan HATI, dan DPP TKN Kompas Nusantara bukan semata-mata berbicara tentang berapa banyak beras yang disalurkan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan pesan kemanusiaan bahwa masyarakat kecil, khususnya para lansia, tidak boleh dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.

“Kehadiran kita hari ini bukan sekadar menyerahkan bantuan beras. Kita ingin memastikan bahwa para lansia tetap merasakan kasih sayang, kebersamaan, dan perhatian dari sesama anak bangsa,” ujar Bobby.

Bobby menilai, masyarakat tidak membutuhkan slogan panjang tanpa tindakan. Yang dibutuhkan adalah kepedulian yang hadir, bergerak, bekerja, dan dapat dirasakan.

“Budaya saling membantu harus terus diwariskan kepada generasi muda agar semangat gotong royong tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan sosial semacam itu tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.

Adi Warman Lubis: Organisasi Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Sementara itu, Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan harus memberikan dampak positif dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Organisasi harus mampu menjadi bagian dari solusi. Kita tidak boleh hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi harus hadir dan merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Adi Warman Lubis.

Menurutnya, kolaborasi antara KISS, Bankom Karimata, Yayasan HATI, dan TKN Kompas Nusantara menunjukkan bahwa kepedulian akan semakin kuat ketika dibangun melalui kebersamaan.

Ia mengatakan, kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial harus terus didorong agar keberadaan organisasi tidak hanya terlihat dalam struktur dan kegiatan formal, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman adalah kekuatan yang mempersatukan kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa kepedulian tidak mengenal suku, agama, maupun golongan,” katanya.

Sepaket Beras, Sejuta Makna

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para lansia penerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Bagi penerima, bantuan beras tersebut bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan pangan. Ada pesan kemanusiaan yang jauh lebih dalam: mereka masih diperhatikan, masih dihormati, dan tidak dilupakan.

KISS bersama Bankom Karimata, Yayasan HATI, dan DPP TKN Kompas Nusantara kembali menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Kadang-kadang, sebuah paket beras yang sederhana justru mampu menghadirkan senyum, meringankan beban, dan menumbuhkan kembali rasa percaya bahwa di tengah kehidupan yang semakin keras, masih ada tangan-tangan yang bersedia membantu.

Dari Sekretariat KISS di Jalan Suasa, Medan, pesan itu menjadi semakin jelas:

Jangan biarkan kepedulian mati. Jangan biarkan gotong royong hanya menjadi cerita. Dan jangan menunggu kaya untuk berbagi.

Sebab, masyarakat tidak membutuhkan kepedulian yang hanya terdengar dalam ucapan. Masyarakat membutuhkan kepedulian yang hadir, bergerak, menyentuh, dan dirasakan.

Satu paket beras mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi mereka yang sedang membutuhkan, bantuan itu dapat menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian—dan bahwa harapan masih ada.

( )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page