>
Berita  

AKP Sunipan Gurusinga, S.H.: Polisi Pembaharu yang Humanis, Hadir Nyata di Tengah Rakyat

Labuhanbatu Selatan,KINCIRnews.com –

Di tengah harapan masyarakat akan wajah kepolisian yang bersih, dekat, dan berani berubah, hadir sosok yang mewujudkan cita-cita transformasi Polri dalam setiap langkah pengabdiannya.

Kepemimpinan kepolisian masa kini menuntut keberanian melakukan pembaruan: tegas menegakkan hukum tanpa pandang bulu, namun tetap lembut melayani dan mendengar aspirasi rakyat. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, tugas Polri bukan sekadar mengawal ketertiban, melainkan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan sepenuh hati.

Nilai-nilai itulah yang dihidupkan secara nyata oleh AKP Sunipan Gurusinga, S.H., Kapolsek Torgamba, Polres Labuhanbatu Selatan, Polda Sumatera Utara seorang pemimpin yang berani membuang sekat birokrasi dan memilih hadir langsung di tengah masyarakat.

Penugasan kembali AKP Sunipan Gurusinga di Polsek Torgamba bukanlah hal yang asing baginya. Dua tahun silam, ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kapolsek Torgamba, sehingga karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat di sini sudah sangat dikenalnya

Setelah itu, ia dipercaya memimpin Polsek Perbaungan di wilayah Polres Serdang Bedagai, sebelum akhirnya kembali dipercaya memegang komando di Polsek Torgamba untuk kedua kalinya.

Bagi AKP Sunipan, pengalaman memimpin di dua wilayah dengan tantangan sosial yang berbeda menjadi bekal berharga. Kembalinya disambut harapan besar: hadirnya pemimpin yang tidak berjarak, transparan, dan berani melakukan perubahan demi kebaikan bersama

Ciri khas sebagai pembaharu terlihat jelas saat menangani keluhan warga mengenai jembatan di Dusun Bunut Pekan yang nyaris ambruk. Begitu laporan masuk lewat layanan darurat 110, AKP Sunipan tidak hanya menugaskan personel beliau memutuskan turun langsung ke lokasi

Langkah ini menjadi bukti perubahan pola pikir: pelayanan tidak berhenti saat menerima laporan, tapi tuntas saat masalah selesai. Ia segera menggerakkan sinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, dan warga.

Hasilnya, ancaman bahaya teratasi dengan cepat, bahkan berkembang menjadi gerakan gotong royong membangun Jembatan Merah Putih. Bagi AKP Sunipan, jembatan itu bukan sekadar penghubung jalan, melainkan simbol jembatan kepercayaan antara Polri dan masyarakat.

Sebagai pemimpin yang berorientasi pada perbaikan, AKP Sunipan memperkuat kinerja penegakan hukum tanpa melanggar hak asasi. Bersama jajarannya, kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, pencurian dengan pemberatan, dan gangguan keamanan lainnya dapat diungkap dengan cepat dan prosedur yang benar

Namun pembaruan sejati menurutnya adalah mencegah kejahatan sejak dini. Hampir di setiap kesempatan, beliau turun langsung ke sekolah dan kampung memberikan penyuluhan: menjauhi narkotika, perundungan, tawuran, hingga penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.

“Kita tidak bangga jika banyak anak muda yang kita tangkap. Kita bangga jika kita berhasil mencegah mereka salah langkah,” tegasnya. Pendekatan yang mengutamakan kedekatan dengan masyarakat inilah yang membedakan gaya kepemimpinannya.

Semangat melayani juga ditunjukkan dengan melebarkan makna tugas kepolisian. Saat pemadaman listrik melanda Torgamba dan memutus akses komunikasi warga, Polsek di bawah kepemimpinannya sigap membuka pos pelayanan, menyediakan genset untuk mengisi daya ponsel dan penerangan sementara.

Bagi AKP Sunipan, jawabannya sederhana: “Tugas kami adalah melayani rakyat. Jika rakyat kesulitan, di situlah kami harus hadir.” Sikap ini mematahkan pandangan lama bahwa polisi hanya datang saat ada kejahatan.

Membangun Sinergi, Menanam Integritas
Di lingkungan internal, AKP Sunipan melakukan pembenahan budaya kerja. Beliau menanamkan disiplin, kejujuran, dan pelayanan tanpa diskriminasi.

“Jadilah wajah yang menyenangkan bagi warga yang datang meminta bantuan,” pesannya kepada seluruh personil

Kembalinya AKP Sunipan Gurusinga, S.H. memimpin Polsek Torgamba adalah harapan baru bagi terwujudnya Polri yang benar-benar berubah. Sebagai pemimpin pembaharu, beliau membuktikan bahwa ketegasan dan keramahan bisa berjalan beriringan; bahwa kekuatan kepolisian sesungguhnya terletak pada kepercayaan rakyat. Kepemimpinannya menjadi bukti nyata: Polri Berubah, Lebih Dekat, Lebih Mengabdi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page