>
Berita  

Mahasiswi Cantik Unjuk Rasa Pakai Mobil Komando Ke Kantor Camat Percut Seituan, Hasilnya Camat Janji Gusur PKL

KINCIR NEWS, MEDAN – Patut diacungi jempol aksi puluhan mahasiswi cantik di Medan yang turut memperjuangkan hak masyarakat Deliserdang menyuarakan rasa keberatan terhadap keberadaan Pedagang Kaki Lima yang sangat mengganggu akses Jalan Gambir Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara.

Para Mahasiswi cantik itu rela berdiri dibawah terik matahari membentangkan spanduk bertuliskan ‘Copot Pak Camat’ karena dianggap lalai melaksanakan tugas dalam penertiban PKL meresahkan itu.

Mereka juga bersatu bersama warga sekitar yang terganggu akibat aktivitas PKL ini. Diperkirakan ada ratusan lebih Warga Kecamatan Percut Sei Tuan yang tergabung dalam beberapa kelompok masyarakat, dan ormas.

Baca juga : Warga Kesal Ulah Preman, Pasang Spanduk Berharap Kapolrestabes Bertindak

Aksi unjuk rasa di kantor camat Percut Sei Tuan pada Senin pagi 03 Juli 2023 tepat di halaman Kantor Camat Percut Seituan Kabupaten Deli Serdang. Kepadatan halaman Kantor camat pun tak bisa dihindarkan.

Mereka datang menggunakan Mobil Komando dilengkapi pengeras suara, ada sekitar 5 mobil, mereka menuntut agar camat Percut Seituan Fitriyan Sukri melakukan penggusuran terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang meresahkan masyarakat pengguna Jalan dan warga sekitar.

Gambar : Orator Katrina Nainggolan dari komunitas PEMAGAR (mengenakan Baju Merah), dan Didampingi Juru Bicara mewakili Kalangan Mahasiswa berdiri diatas mobil komando sambil genggam mikrofon ditangannya

Orator aksi, Karina Nainggolan dari Forum Masyarakat Peduli Gambir Bersatu (PEMAGAR) bersama sama dengan mahasiswa yang ikut tergabung menyuarakan kekecewaan mereka akan kinerja Camat Percut Seituan yang tidak kunjung berhasil mensterilkan jalan yang diduduki para PKL secara melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang larangan berdagang di atas drainase dan bahu jalan.

Mereka dengan Langtang menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Camat, bahkan menyuarakan agar Camat Percut Sei Tuan itu di copot dari jabatannya bila dalam waktu 3×24 jam tidak melakukan penertiban.

Dalam orasi Katrina Nainggolan juga, Bupati Deli Serdang, dan Kapolrestabes Medan ikut di sebut sebagai pejabat yang mengecewakan lantaran laporan mereka belum mendapat tanggapan terkait PKL yang meresahkan itu dan khusus ke Kapolrestabes Medan Kombes Valentino mereka menyuarakan kecewa karena pengaduan terkait adanya oknum yang tidak bertanggung jawab menyewakan lapak meja jualan seharga hingga puluhan juta.

Camat Percut Seituan, Fitriyan Sukri Menjamu Mahasiswa

Pantauan wartawan di lokasi, sejumlah polisi turut melakukan pengamanan Para pengunjuk rasa melakukan aksi protes itu dengan damai dan tidak terjadi kericuhan sedikitpun, camat Percut Sei Tuan pun terlihat berada di lokasi menyambut para pengunjuk rasa.

Aksi unjuk rasa berakhir setelah camat Percut Seituan berjanji akan melakukan penertiban hingga 30 hari ke depan agar para PKL tidak ada lagi peluang menduduki badan jalan.

Usai aksi unjuk rasa bubar, camat Percut Seituan langsung menuju lokasi PKL jalan Gambir dengan berjalan kaki yang jaraknya hanya 500 meter saja.

Saat Camat tiba dilokasi, para PKL sudah lebih dulu memindahkan meja dagangannya entah kemana, sehingga hanya beberapa kayu saja yang berhasil di ambil dan diangkut ke truk pengangkutan sampah milik Pemerintah Deli Serdang.

(BR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page