>
Berita  

Irena Sinaga, SH Tegaskan: Malam Anugerah JBIB-GNM Sumut Bukan Panggung Pencitraan, Siapa yang Layak Naik ke Podium?

MEDAN || seseorang seharusnya tidak bekerja untuk masyarakat hanya demi mendapatkan penghargaan.

Sebaliknya, penghargaan diberikan karena memang ada sesuatu yang telah dilakukan dan memberikan dampak positif.

“Kita tidak ingin orang berbuat karena mengejar penghargaan. Penghargaan itu adalah bentuk apresiasi atas apa yang sudah dilakukan. Yang paling utama tetap kontribusinya kepada masyarakat,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu prinsip yang ingin dijaga penyelenggara agar Malam Anugerah tetap memiliki marwah dan makna.

Jangan Sampai Berubah Menjadi Panggung Pencitraan

Iren bahkan secara tegas mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak bergeser menjadi panggung pencitraan.

Menurutnya, seseorang tidak selayaknya menerima penghargaan hanya karena memiliki popularitas, sering tampil di ruang publik, atau mempunyai akses tertentu.

Setiap penghargaan, kata dia, harus memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau kita memberikan penghargaan, tentu harus bisa dipertanggungjawabkan kenapa orang tersebut layak menerimanya. Jangan sampai penghargaan diberikan hanya karena kepentingan tertentu,” katanya.

Karena itu, pihak penyelenggara berkomitmen menjaga proses dan pelaksanaan kegiatan agar penghargaan yang diberikan benar-benar memiliki nilai, baik bagi penerima maupun masyarakat.

Bukan Hanya Soal Trofi, Tapi Soal Silaturahmi

Di luar penghargaan, Malam Anugerah tersebut juga diharapkan menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antarelemen masyarakat di Sumatera Utara.

Iren melihat banyak potensi yang dapat disinergikan apabila berbagai elemen masyarakat mau membuka ruang komunikasi dan bekerja bersama.

“Kita ingin acara ini bukan hanya malam pemberian penghargaan, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih luas. Semua elemen masyarakat punya peran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, organisasi juga harus mampu membuktikan keberadaannya melalui manfaat yang nyata.

Menurut Iren, organisasi tidak boleh hanya memiliki nama, struktur dan kegiatan internal, tetapi harus mampu hadir menjawab kebutuhan serta persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Organisasi harus hadir dan manfaatnya bisa dirasakan. Jangan hanya ada nama dan struktur, tetapi tidak ada kontribusi. Kita ingin kegiatan yang dilakukan benar-benar memiliki manfaat,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page