MEDAN – Tingkat kejahatan pencurian di Kota Medan kian mengkhawatirkan. Kali ini, sasaran empuk para pelaku adalah usaha rumahan pembuatan sandal milik Leo Wijaya, SE – yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A‑PPI) Sumatera Utara. Kejadian ini berlangsung pada dini hari Senin, 3 Juli 2026, di lokasi usaha Jalan Menteng Dua, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.
Saat tiba pagi harinya untuk memulai kerja, karyawan bernama Bang Zal kaget mendapati tempat produksi telah dibobol. Empat unit mesin gerinda yang menjadi peralatan utama dan penunjang satu‑satunya jalannya produksi lenyap dibawa kabur. Pencuri diduga memanjat tembok bagian belakang bangunan; ditemukan bukti berupa seutas tali panjang yang masih tergantung di dinding pembatas.
Pemilik usaha, Leo Wijaya, menyampaikan kecurigaan kuatnya bahwa pelaku bukan orang asing. “Mereka tahu persis jam istirahat kami, serta hafal jalan masuk lewat gang sempit di belakang. Jelas sudah mengamati gerak‑gerik kami berhari‑hari sebelumnya. Kemungkinan besar pelakunya warga sekitar atau orang yang pernah bekerja di sini,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Kerugian materi yang diderita ditaksir mencapai nilai Rp 2,5 juta. Meski nilainya terlihat sederhana, peralatan tersebut sangat krusial sehingga kelancaran usaha menjadi terhenti sementara.
Leo bersama warga lingkungan dan rekan‑rekan sejawat kini bergerak aktif menelusuri jejak barang curian. Mesin gerinda khusus pembuatan sandal umumnya langsung dijual murah kepada pengusaha konveksi sejenis. Ia pun memberi peringatan tegas: “Jangan ada penadah yang berani membelinya, karena kami akan laporkan ke pihak berwajib dan diproses menurut hukum yang berlaku.”
Hingga saat ini laporan kejadian telah disiapkan untuk diserahkan ke kepolisian setempat. Warga berharap keamanan lingkungan segera diperketat dan pelaku cepat tertangkap agar tidak mengulangi perbuatan serupa ke rumah warga lain.















